Pound Sterling Menguat Seiring Kenaikan Tak Terduga Penjualan Ritel Inggris

Pound Sterling Menguat Seiring Kenaikan Tak Terduga Penjualan Ritel Inggris

Pound sterling mengalami penguatan setelah data terbaru menunjukkan peningkatan yang tidak terduga dalam penjualan ritel Inggris selama bulan Februari. Berdasarkan laporan dari Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS), penjualan ritel meningkat sebesar 1,0% dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil ini jauh lebih baik dari perkiraan para ekonom yang sebelumnya memprediksi penurunan sebesar 0,4%. Dengan kenaikan ini, Inggris mencatat pertumbuhan penjualan ritel selama dua bulan berturut-turut setelah mengalami penurunan signifikan pada Desember lalu, yang biasanya menjadi bulan utama untuk belanja liburan.

Pergerakan Pound Sterling di Pasar Mata Uang

Setelah laporan ini dirilis, nilai tukar pound sterling sempat mencapai level tertinggi sesi di angka $1.297 sebelum akhirnya kembali ke $1.295. Meskipun tidak mengalami kenaikan yang signifikan pada hari itu, data yang lebih baik dari ekspektasi memberikan dorongan bagi sterling untuk tetap stabil. Sementara itu, euro mengalami pelemahan terhadap pound, turun 0,25% dan diperdagangkan pada 83,20 pence per euro.

Pasar derivatif menunjukkan bahwa para pelaku pasar masih mempertahankan kemungkinan sekitar 50% bahwa Bank of England akan memangkas suku bunga dalam pertemuan bulan Mei mendatang. Data penjualan ritel yang lebih kuat ini tidak banyak mengubah ekspektasi terkait kebijakan moneter Inggris dalam jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa investor masih berhati-hati dalam menilai dampak kebijakan ekonomi terhadap pergerakan nilai tukar pound.

Ketidakpastian di Pasar Akibat Tarif AS

Pekan ini, pasar keuangan global, termasuk sterling, mengalami volatilitas yang cukup tinggi. Salah satu penyebabnya adalah kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan tarif 25% untuk semua mobil impor ke AS pada hari Rabu lalu. Langkah ini semakin memicu kekhawatiran akan perang dagang yang lebih luas, yang dapat berdampak pada banyak negara, termasuk Inggris.

Kebijakan perdagangan AS yang lebih rinci dijadwalkan akan dirilis pada 2 April mendatang. Banyak investor masih menunggu untuk melihat sejauh mana dampak dari tarif ini terhadap perdagangan global. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi di pasar valuta asing.

Dampak Kebijakan Fiskal Inggris terhadap Pasar

Di sisi lain, kebijakan ekonomi domestik Inggris juga menjadi faktor yang diperhatikan investor. Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, pekan ini mengumumkan rencana anggaran yang mencakup pemotongan belanja pemerintah. Selain itu, Kantor Manajemen Utang Inggris (Debt Management Office) juga mengumumkan bahwa penerbitan obligasi pemerintah akan lebih sedikit dari perkiraan tahun ini dan tahun depan.

Menurut para analis dari Bank of America, termasuk Kamal Sharma dan Sonali Punhani, pengumuman ini tidak sepenuhnya sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar. Sebelum pernyataan resmi disampaikan, pasar dipenuhi dengan spekulasi mengenai keputusan sulit yang harus diambil oleh pemerintah. Namun, setelah kebijakan diumumkan, reaksi pasar tidak terlalu ekstrem seperti yang diantisipasi sebelumnya.

Para analis juga mencatat bahwa saat ini perhatian utama pasar adalah pengumuman tarif perdagangan AS yang dijadwalkan pada awal April. Selain itu, ada faktor musiman yang sering terjadi setiap bulan April, di mana pound cenderung menunjukkan kinerja yang lebih kuat karena dimulainya tahun fiskal baru di Inggris.

Pertumbuhan Ekonomi Inggris Sesuai Perkiraan

Selain data penjualan ritel, laporan lain yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,1% pada kuartal keempat tahun lalu. Angka ini sesuai dengan ekspektasi para ekonom yang disurvei oleh Reuters. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Inggris mencapai 1,5%, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang berada di angka 1,4%.

Meskipun angka ini menunjukkan pertumbuhan yang moderat, kondisi ekonomi Inggris masih dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian kebijakan perdagangan global serta dampak dari kebijakan fiskal domestik. Investor akan terus memantau perkembangan kebijakan ekonomi dan pergerakan pasar untuk menentukan langkah investasi yang tepat di tengah situasi yang masih dinamis ini.

Dengan meningkatnya penjualan ritel Inggris secara tak terduga, pound sterling mendapatkan dorongan positif meskipun tetap menghadapi tekanan dari kebijakan perdagangan AS. Keputusan pemerintah Inggris dalam hal anggaran serta penerbitan obligasi juga memberikan pengaruh terhadap pasar. Dalam beberapa pekan ke depan, perhatian investor akan tertuju pada pengumuman tarif perdagangan AS serta pergerakan pound yang biasanya lebih kuat di bulan April. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi pasar, volatilitas diperkirakan masih akan terjadi dalam waktu dekat.

Posting Komentar untuk " Pound Sterling Menguat Seiring Kenaikan Tak Terduga Penjualan Ritel Inggris"